Jumat, 23 November 2012
UKG untuk apa ???
ini kisah beberapa bulan yang lalu ketika mulai muncul adanya wacana ujian kompetensi guru alias UKG, gaung hebohnya adalah kalau guru tidak lulus UKG maka tunjangan sertifikasinya akan dicabut, maka dalam waktu yang tak lama ratusan guru yang sudah menerima tunjangan sertifikasi kontan khawatir akan pencabutan dana tunjangan. bahkan ada beberapa kawan yang ternyata lebih khawatir bukan hanya oleh UKG saja tetapi mekanisme ujian online menggunakan komputer membuat mereka gak bisa tidur karena selama ini mereka mengalami kekurangan dalam hal penggunaan komputer.
hari yang telah ditentukan UKG ternyata semua berjalan normal, dan jauh dari kesan horror yang sering diperbincangkan rekan guru tentang kualitas soal uKG yang sangat sulit, karena justru selama UKG saya malah banyak menemukan soal-soal yang dibawha standar dan jauh dari standar analisis atau test.
walaupun dengan bingung dalam mengisi soal ternyata saya dan teman-teman dapat menjawab soal dengan memuaskan dan juga dengan hasil memuaskan
Label:
artikel
PASAL 33 UUD 45 masihkah menjadi pedoman
beberapa minggu yang lalu aku membaca sebuah koran nasional yang kebetulan pada hari itu mengangkat tentnag MIGAS, betapa terkejutnya saya setelah membaca bahwa fakta dilapangan seluruh ladang minyak dan gas di indonesia di ekspoitasi oleh pihak asing, dan tentunya juga dengan sistem pembagian keutungan yang merugikan bangsa ini.
dalam hati kecil saya, apakah setelah bertahun-tahun bangsa ini merdeka untuk urusan ekplorasi minyak dan gas harus menggunakan bangsa asing ? apakah ribuan sarjana anak negeri belum sanggup menangani mega proyek dalam eksplorasi minyak dan gas....
harusnya kita mampu berkaca kepada sang presiden bolivia evo morales yang dengan secara tegas melakukan langkah strategis menasionalisasi perusahan--perusahaan minyak dan gas milik asing yang tidak mampu berkooperatie dengan negaranya. perusahaan asing yang telah puluhan tahun menikmati rezeki minyak dari perut bumi harusnya disodori kontrak baru yang menguntungkan negara, bukan malah merugikan negara. evo morales memberikan opsi take it or leave it membuat banyak pemimpin perusahaan pinyak internasional kebakaran jenggot.
bumi dan air dan segala isinya harus di olah dan di gunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran raksyat, bukan untuk segelintir negosiator kontrak migas, bukan kepentingan rezim atau kepentingan sekelompok orang yang merasa paling berjasa atas bangsa dan negara ini
dalam hati kecil saya, apakah setelah bertahun-tahun bangsa ini merdeka untuk urusan ekplorasi minyak dan gas harus menggunakan bangsa asing ? apakah ribuan sarjana anak negeri belum sanggup menangani mega proyek dalam eksplorasi minyak dan gas....
harusnya kita mampu berkaca kepada sang presiden bolivia evo morales yang dengan secara tegas melakukan langkah strategis menasionalisasi perusahan--perusahaan minyak dan gas milik asing yang tidak mampu berkooperatie dengan negaranya. perusahaan asing yang telah puluhan tahun menikmati rezeki minyak dari perut bumi harusnya disodori kontrak baru yang menguntungkan negara, bukan malah merugikan negara. evo morales memberikan opsi take it or leave it membuat banyak pemimpin perusahaan pinyak internasional kebakaran jenggot.
bumi dan air dan segala isinya harus di olah dan di gunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran raksyat, bukan untuk segelintir negosiator kontrak migas, bukan kepentingan rezim atau kepentingan sekelompok orang yang merasa paling berjasa atas bangsa dan negara ini
ISRAEL the real terror
gaza kembali memanas, para intifadhah kembali ke jalan bersenjatakan batu dan ketepel sementara ISRAEL datang dengan puluhan helikopter apache bermuatan rudal-rudal yang siap meluluh lantakan bumi palestine. patut disesalkan reaksi PBB yang diam seribu bahasa melihat pembantaian yang terjadi di tanah palestina, juga patut disesalkan gerakan tutup mulut para pemimpin di tanah arab dalam menyaksikan gelimang mayat dan ceceran darah yang kembali membasahi bumi palestine....
dalam fikiran saya para emir dan sheikh di tanah arab sedang berpesta pora atas rezki minyaknya yang seakan tidak pernah habis di kuras dari bumi arab. kesenangan atas kenikmatan duniawi dengan membeli kuda-kuda balap yang berharga milyaran membeli klub sepak bola seantero dunia, asyik menikmati kerlap-kerlip kasino di amerika...wajar kalau mereka lupa nasib bangsa palestina
lalu siapa yang menjadi benteng terakhur atas nama kemanusiaan sebagai penyelamat bumi palestine ? solidaritas muslimkah yang akan kita dorong ??????? i don't think so.....
jangan biarkan tubuh-tubuh mungil itu kembali kejalan menjadi martir membela tanah airnya, mereka bukanlah mahluk tolol yang tidak tau apa kata berlindung atau menyelamatkan diri....mereka turun ke jalan karena rumah dan tempat berlindung sekarang bukanlah tempat aman bagi mereka, rumah-rumah rakyat tidak berdosa di bombardir pesawat israel tanpa perlawanan.....mereka turun ke jalan sebagai bentuk pencarian perlindungan, atas nama kedaulatan bangsa palestine dan atas nama individu yang mencintai negrinya tanpa pamrih
dalam fikiran saya para emir dan sheikh di tanah arab sedang berpesta pora atas rezki minyaknya yang seakan tidak pernah habis di kuras dari bumi arab. kesenangan atas kenikmatan duniawi dengan membeli kuda-kuda balap yang berharga milyaran membeli klub sepak bola seantero dunia, asyik menikmati kerlap-kerlip kasino di amerika...wajar kalau mereka lupa nasib bangsa palestina
lalu siapa yang menjadi benteng terakhur atas nama kemanusiaan sebagai penyelamat bumi palestine ? solidaritas muslimkah yang akan kita dorong ??????? i don't think so.....
jangan biarkan tubuh-tubuh mungil itu kembali kejalan menjadi martir membela tanah airnya, mereka bukanlah mahluk tolol yang tidak tau apa kata berlindung atau menyelamatkan diri....mereka turun ke jalan karena rumah dan tempat berlindung sekarang bukanlah tempat aman bagi mereka, rumah-rumah rakyat tidak berdosa di bombardir pesawat israel tanpa perlawanan.....mereka turun ke jalan sebagai bentuk pencarian perlindungan, atas nama kedaulatan bangsa palestine dan atas nama individu yang mencintai negrinya tanpa pamrih
belajar kesederhanaan
suatu hari aku melewati sebuah jalan di bandung yang bernama jalan bakung, teringat lyric lagu GOD BLESS yang berjudul RUMAH KITA sedikit mengulas tentang bunga bakung. lagu tersebut mengajarkan kita untuk bangga dan mau menerima keadaan diri kita dan apa yang kita punyai apa adanya. tidak perlu sedih kalau hari ini kita tidak bisa seperti orang lain yang mampu hidup bermewah-mewah dan bergelimang fasilitas, kita masih bisa bahagia dengan rumah beratap alang-alang dan berpagarkan bunga bakung...
hanya jaman sekarang pesan kuat yang ada dilagu tersebut mungkin hanya jadi dongeng tidur saja buat anak-anak kita, karena begitu dahsyatnya pengaruh globalisasi dan kapitalisme yang membuat para anak muda hidup seperti di alam mimpi. hidup maunya ingin mudah, kesuksesan maunya ingin diperoleh dengan cepat.....dorongan budaya hedonisme alias pemujaan terhadap kenikmatan duniawi semaikn kental saja mempengaruhi anak muda jaman sekarang. syahwat untuk selalu tampil uptodate dan modis selalu menggelayuti fikiran anak-anak kita sekarang ini, blackberry sekarang telah menjadi simbol status baru buat kalangan anak muda walaupun smartphone blackberry mereka yang harganya ada yang mencapai 4-5 juta rupiah hanya mereka gunakan cuma untuk SMS dan telf saja, atau paling banter buat BBM-an.
dulu guru SD saya pernah bercerita akan konsep negara indonesia yang agraris alias dari nenek moyang kita mereka adalah bangsa petani, suka bekerja keras dan gotong royong serta santun dan ramah...namun itu semua cuman mimpi saja sekarang ini, banyak anak muda dari desa pergi ke kota mencar mimpi-mimpinya dan menggapai kehidupan yang didambanya. sawah-kebun di biarkan terlantar, sapi dan kerbau sudah lama dijual untuk membeli YAMAHA VIXION dan SUZUKI F150 yang di desaku masih menjadi simbol machoisme para remaja dikampungku. mereka lebih bangga menjadi buruh dikota dengan upah UMR dibawah rata2 kehidupan layak daripada harus bekerja di sawah dan ladang bermadi lumpur dan matahari.
pagi ini aku membaca koran harga daging sapi naik, konon karena jumlah sapi di indonesia sudah jauh berkurang, sementara katup penyelamatnya yaitu melakukan IMPOR SAPI dari australia tidak bisa dilaksanakan karena negara ini sedang di hukum atas tindakan tidak berperikehewanan atas sapi-sapi impor asal australia di tempat jagal-jagal sapi diseantero indonesia, bulan yang lalu aku membaca koran tentang kanaikan harga kedelai karena faktor kekeringan dahsyat yang melanca negeri importir disana. kenapa bangsa ini menjadi sangat tergantung atas pasokan bangsa lain ???
aku merasa bangsa ini semakin terasing atas identitas dirinya sendiri, larut dalam irama kehidupan yang sebenarnya tidak mereka pahami....
disinilah peran PENDIDIKAN menjadi sangat penting, untuk membentuk karakter manusia-manusia indonesia yang sejati bukan menciptakan PENDIDIKAN yang teralienasi/terasing dari realitas kehidupan sesungguhnya. pendidikan di indonesia seharunya mengajarkan rasa hormat, kerendahan hati, kejujuran dan kesabaran bukan mengajarkan karakter agresif, mudah marah dan tidak sabaran. pendidikan di indonesia harusnya mengajarka kejernihan berfikir, kelenturan bersikap dan ketahanan dan keteguhan jiwa bukan malah menciptakan sikap-sikap pragmatis. tanpa toleransi dan rapuh....
mungkin esok atau lusa, ketika kita bangun tidur dipagi hari, berdiri didepan cermin....kita mungkin tidka akan mengenali wajah kita sendiri
kondsi pendidikan bagai bumi dengan langit
suatu haru saya melihat sebuah web salah satu sekolah terbaik di kota bandung, begitu kagumnya sayasetelah melihat rekapitulasi siswa lulusan tahun 2012 yang masuk ke perguruan tinggi negeri di indonesia dan diluar negeri. sementara disekolah saya pribadi bagaimana lulusan siswa dari tahun ke tahun tidak memiliki minat yang tinggi untuk meneruskan kuliah ke perguruan tinggi, mereka hanya bekerja di sektor informal baik didalam dan luar negeri.
saya hanya berharap keaadaan ini segera berubah, harus ada terobosan langsung dari pemerintah agar kesempatan untuk melanjutkan sekolah di perguruan tinggi juga diperoleh anak-anakku.
saya hanya berharap keaadaan ini segera berubah, harus ada terobosan langsung dari pemerintah agar kesempatan untuk melanjutkan sekolah di perguruan tinggi juga diperoleh anak-anakku.
ANAK BASKET PUTRI
berphoto bersama di halaman rumah, sebelum bertanding persahabatan dengan SMKN 1 RAngkasbitung
Latihan pertama, anak-anaku tetap eksis dan tampil kemayu hehehe....
pemanasan menjelang pertandingan....
Ajeng dan awal sedang menunggu hujan reda, karena beberapa menit sebelum pertandingan hujan deras
KARMILA sedang berlatih drible bola...bari nyeker hehehe...............
Latihan dribling bola diperagakan oleh SUNARTI siswi kelas XII IPA 2
Langganan:
Postingan (Atom)






